Monday, 1 October 2012

PORTOFOLIO : RETURN



PENGUKURAN RETURN REALISASI

Proses Investasi
Proses investasi menunjukkan bagaimana pemodal seharusnya melakukan investasi dalam sekuritas, yaitu sekuritas apa yang akan dipilih, seberapa banyak investasi tersebut dan kapan investasi tersebut akan dilakukan. Unuk mengambil keputusan tersebut diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Menentukan kebijakan Investasi
    • Pemodal menentukan apa tujuan investasinya, dan berapa banyak investasi tersebut akan dilaksanakan.  Tujuan investasi harus dinyatakan dalam baik dalam keuntungan maupun resiko.
    • Pemodal yang bersedia menanggung risiko lebih besar (dan kerenanya mengharapkan memperoleh keuntungan yang lebih besar), akan mengalokasi danya pada sebagian besar sekuritas yang lebih berisiko.
    • Pemodal yang meminjam dana dan menginvestasikan pada berbagai saham, akan menanggung resiko yang lebih tinggi dari pada pemodal yang menggunakan sertus persen modal sendirinya.

  1. Analisis Sekuritas
Tahap ini berarti melakukan analisis terhadap individual atau sekelompok sekuritas.  Ada dua filosofi dalam melakukan analisa sekuritas:
Pertama, mispriced (harganya salah, mungkin terlalu tinggi, mungkin terlalu rendah. Ada berbagai cara untuk melakukan analitis ini, tetapi pada garis besarnya bisa dikelompokkan dua yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental.
  1. Analisa teknikal menggunakan data (perubahan) harga di masa yang lalu sebagai upaya untuk memperkirakan harga sekuritas di masa yang akan datang.
  2. Analisa fundamental berupaya mengidentifikasi prospek perusahaan (lewat analisis terhadap factor-faktor yang mempengaruhinya) untuk bisa memperkirakan harga saham di masa yang akan datang.

Kedua, adalah mereka yang berpendapat bahwa harga sekuritas adalah wajar, kalaupun ada sekuritas yang mispriced, analis tidak mampu mendeteksinya. Pada dasarnya mereka yang menganut pendapat ini berpendapat bahwa pasar modal efisien.  Dengan demikian pemilihan sekuritas bukan didasarkan atas factor mispriced, tetapi didasarkan atas preferensi risiko para pemodal ( pemodal yang bersedia menanggung risiko tinggi akan memilih saham yang lebih berisiko)

3.     Pembentukan Portofolio
·        Portofolio berarti sekumpulan investasi.
·        Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih, dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut .
·        Pemilihan banyak sekuritas (diversifikasi) dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditanggung 
   

4.     Melakukan Revisi Portofolio
  • Tahap ini merupakan pengulangan terhadap tiga tahap sebelumnya, dengan maksud kalau perlu melakukan perubahan terhadap portofolio yang telah dimiliki.

5        Evaluasi kinerja portofolio
·        Dalam tahap ini pemodal melakukan penilaian terhadap kinerja (performance) portofolio, baik dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh maupun resiko yang ditanggung.
·        Tidak benar kalau suatu portofolio yang memberikan keuntungan yang lebih tinggi mesti lebih baik dari portofolio lainnya.

Pengukuran Return
Beberapa pengukuran return realisasi yang banyak digunakan adalah return total, return relative, kumulatif return dan return disesuaikan.

Return total
Return total dari tahun 1990 sampai dengan 1996 dari PT”A” yang membayar dividen tahunan ditunjukkan di tabel berikut ini:
Periode
Harga Saham (Pr)
Dividen (Dr)
Return (Rt)
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1750
1755
1790
1810
2010
1995
1920
1935
100
100
100
150
150
200
200
200
_
0,060
0,077
0,095
0,193
0,047
0,113
0,112
  
Dividen setahun yang dibayarkan adalah sebesar Rp.120,00.  Harga saham bulan kemarin adalah sebesar 1.010 dan bulan ini adalah sebesar Rp. 1.100.  Return total bulan ini adalah 9,10%.
Dividen setahun yang dibayarkan adalah sebesar Rp. 120,00. Harga saham bulan kemarin adalah sebesar Rp. 1.050 danbulan ini adalah sebesar Rp. 1.100. Return total bulan ini adalah 4,76%

Relatif return
Periode
Harga Saham (Pr)
Dividen (Dr)
Return (Rt)
Relatif Return
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1750
1755
1790
1810
2010
1995
1920
1935
100
100
100
150
150
200
200
200
_
0,060
0,077
0,095
0,193
0,047
0,113
0,112
_
1,060
1,077
1,095
1,193
1,047
1,113
1,112

Kemakmuran Relatif
Periode
Return (Rt)
Realif Return
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
_
0,060
0,077
0,095
0,193
0,047
0,113
0,112
_
1,060
1,077
1,095
1,193
1,047
1,113
1,112

Periode
Capital Gain/Loss
Dividen Yield
Perubahan harga
Yield Kumulatif
Indeks Kemakmuran Kumulatif
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
0,0029
0,0199
0,0112
0,1105
-0,0522
0,0079
0,0078
0,0571
0,0570
0,0838
0,0829
0,0995
0,1050
0,1042
1,003
1,023
1,034
1,148
1,088
1,097
1,105
1,057
1,117
1,211
1,311
1,442
1,593
1,759
1,060
1,142
1,250
1,505
1,569
1.747
1,943

Return disesuaikan.  Return yang dibahas sebelumnya adalah return nominal yang hanya mengukur perubahan nilai uang tetapi tidak mempertimbangkan tingkat daya beli dari nilai uang tersebut.  Untuk mempertimbangkan hal ini, return nominal perlu disesuaikan dengan tingkat inflasi yang ada.

Contoh :
Return sebesar 17% yang diterima setahun dari sebuah surat berharga jika disesuaikan dengan tingkat inflasi sebesar 5% untuk tahun yang sama, akan memberikan return riel sebesar :

R = [(1 + 0,17)/(1+0,05)]  - 1
R = 0,11429 atau11,438ki

  • Rata-rata geometrick rata-rata yang memperhatikan tingkat pertumbuhan kumulatif dari waktu kewaktu.
  • Resiko sebagai variabilitas return terhadap return yang diharapkan
  • Resiko realisasi, metode yang banyak digunakan untuk mengukur resiko ini adalah deviasi standar
  • Ketidakpastian berarti investor akan memperoleh return di masa mendatang yang belum diketahui persis nilainya.

Return Ekspektasi
Return ekspektasi dapat dihitung dengan mengalikan masing-masing hasil masa depan (outcome) dengan probabilitas kejadiannya dan menjumlah semua produk perkalian tersebut.
Berikut ini merupakan tiga buah hasil masa depan dengan probabilitas kemungkinan terjadinya untuk masing-masing kondisi ekonomi yang berbeda.
Kondisi Perekonomian
Probabilitas
Tingkat Keuntungan
Makmur
Normal
Resesi
0,20
0,60
0,20
0,30
0,20
0,10

Tingkat keuntungan yang diharapkan akan diperoleh bisa di hitung dengan cara sebagai berikut :
E(Ri)    = 0,20 (0,30) + 0,60 (0,20) + 0,20 (0,10)
            = 0,20 (20%)

Contoh kita hanya memperoleh pengamatan selama enam periode, dan tidak dapat memperkirakan probabilitas suatu tingkat keuntungan akan diperoleh.

Periode
Tingkat Keuntungan
1
2
3
4
5
6
0,20
0,25
0,30
0,20
0,30
0,20

Dalam persolan tersebut, tingkat yang diharapkan dihitung dengan membagi jumlah tingkat keuntungan selama 6 periode dengan jumlah periode, yaitu :
E(Ri)    = (0,20 + 0,25 + 0,30 + 0,20 + 0,30 + 0,20 )/ 6
            = 0,242

MANAJEMEN KEUANGAN

KONSEP DASAR

Tujuan perusahaan :
·  Mencapai laba sebesar-besarnya
·  Untuk memakmurkan pemilik perusahaan  (investor, pemegang saham) tercermin dari deviden, liwiditas dan solvabitas.
·  Memaksimalkan Nilai perusahaan  (harga saham ) membayar deviden.

Pengertian :
Manajemen Keuangan (pembelanjaan) adalah segala aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh. Dari definisi tersebut ada tiga fungsi utama dalam manajemen keuangan yaitu :
  1. Keputusan investasi (investment Decision)
  2. Keputusan pendanaan (Financial Decision)
  3. Keputusan Pengelolaan Aset (Asset Mangement Decisiion)
 Sejarah Perkembangan Manajemen Keuangan
No
Tahun
Uraian
1
1900
·  Istilah Manajemen Keuangan mulai muncul sebagai suatu bidang ilmu yang terpisah dari ilmu lainnya.
·  Aspek hukum ( merger, akuisisi, perluasan perusahaan, pembentukan perusahaan baru, tata cara go public, penjualan surat2 berharga.
2
1929 - 1933
·  Masa resisi
·  Focus pada analisis masalah kebangkrutan dan reorganisasi.
3
1940 – 1950
Manajemen Keuangan tidak hanya mengatur masalah bagaimana memperoleh dana dan struktur modalnya, namun telah mempelajari bagaimana menggunakan dana secara efektif dan efisien.
4
1960 - 1970
Fokus kebijakan pada nilai perusahaan
Kombinasi optimal dari surat-surat berharga
Pengaruh teori portofolio terhadap keuangan perusahaan dan investasi (return dan resiko)
5
1966
Perekonomian Dunia dilanda inflasi.

1970 -  awal abad 21
Capital Budgeting mengubah focus manajemen keuangan perusahaan dari bidang operasional, modal kerja, sumber dana, anggaran ke konsep teori biya modal  (cost of capital)
Teori portofolio investasi
CAPM (Teori keseimbangan portofolio)
APT (Arbitrage Pricing Theory)

 Tujuan Manajemen Keuangan
  1. Manajemen keuangan merupakan manajemen fungsi keuangan yang terdiri dari keputusan investasi, pendanaan (termasuk kebijakan deviden)dan keputusan pengelolaan asset.
  2. Tujuan manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai perusahaan (memaksimumkan kemakmuran pemegang saham) yang diukur dari harga saham perusahaan.
  3. Harga saham perusahaan merupakan refleksi dari keputusan-keputusan investasi pendanaan (termasuk kebijakan dividen) dan pengelolaan asset
 Fungsi Menejer Keuangan, bertanggung jawab atas perencanaan, analisis, dan pengendalian operasi keuangan.

Menurut Fred Weston, perkembangan fungsi keuangan sekarang ini dipengaruhi oleh lima perubahan besar dalam lingkungan eksternal, yaitu :
  1. Perkembangan teknologi yang sangat pesat berakibat pada lebih cepatnya daur hidup dari setiap kehidupan produk.
  2. Kemampuan perusahaan memperoleh laba mengalami penurunan disbanding penjualannya (profit margin) dari hampir seluruh perusahaa.  Penurunan ini terutama terjadi pada sector industri.  Hal ini karena adanya persaingan yang semakin tajam dalam pengembangan produk
  3. Perang Dunia II yang telah menciptakan peluang-peluang bisnis yang memerlukan cara-cara pembiayaan tertentu menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus meningkat .
  4. Banyaknya perusahaan-perusahaan berskala besar yang tumbuh memerlukan pengelolaan keuangan yang spesifik,
  5. Adanya institusionalisasi aliran tabungan dan investasi yang membutuhkan para professional di bidang investasi.

SUMBER DANA PERUSAHAAN

Sumber dana : 1. Sumber Eksternal 
a.       Hutang (jangka pendek dan panjang)
b.      Modal sendiri berupa saham
                         2. Sumber Internal
                                 a.  Laba tidak dibagi ( laba ditahan )
                                 b.  Depresiasi (penyusutan)  

Perusahaan dalam mencari dana dari sumber eksternal atau internal, beberapa hal yang diperhatikan dan dipertimbangkan dalam memilih sumber dana yaitu likuiditas, solvabilitas, rentabilitas.

Dana, menunjukkan modal yang tertanam dalam perusahaan maupun sumber modalnya.

Modal dapat dibedakan modal aktif dan modal pasif. Modal aktif menunjukkan penggunaan dana (dalam neraca nampak di sisi aktiva), sedangkan modal pasif menunjukkan sumber dana (dalam neraca nampak disisi passive).

Nilai Waktu Dari Uang
Konsep nilai waktu dari uang berhubungan dengan tingkat bunga yang digunakan dalam perhitungan aliran kas.  Nilai uang saat ini (present value) akan berbeda dengan nilai uang tersebut di waktu yang akan datang  (futuru value) karena adanya factor bunga.
Suatu jumlah uang tertentu yang diterima waktu yang akan dating jika dinilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus didiskon dengan tingkat bunga tertentu. (factor bunga dalam kasus ini dinamakan factor diskonto (discount factor).

Sebaliknya apabila suatu jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan dating, maka jumlah uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga tertentu (Faktor bunga pada kasus penggandaanini dinamakan factor pengganda atau pemajemukan (compound factor).

Nilai Waktu Yang Akan Datang  (future value)
Bunga Sederhana :
 Si = Po (i) (n)
            Si = Jumlah bunga sederhana
            Po= pinjaman /tabungan pokok
             i  = tingkat bunga per periode waktu dalam persen
             n = jangka waktu

FVn = Po {1 +(i) (n)}

Contoh :
Pak Ali memiliki uang Rp 80.000,00 yang ditabung di bank dengan bunga 10% pertahun selama 10 tahun. Pada akhir  tahun ke 10  jumlah akumulasi bunganya adalah :

Nilai akhir dari sejumlah uang yang didepositokan selama 10 tahun dengan bunga 10% pertahun adalah Rp. 160000,00.  Brapa jumlah uang yang didepositokan tersebut

Bunga Majemuk
Bunga majemuk menunjukkan bahwa bunga yang dibayarkan (dihasilkan) dari pinjaman (investasi) ditambahkan terhadap pinjaman pokok secara berkala

Misalkan seseorang ingin mendepoitokan uangnya di Bank X  sebesar Rp 800.000.  Jika tingkat bunga deposito adalah 8% per tahun dan dimajemukkan setiap tahun, maka menjadi berapakah investasi yang tersebut pada akhir tahun ke 1, 2, 3
  
Nilai Sekarang (Present Value)
Prsesnt value atau nilai sekarang merupakan besarnya jumlah uang pada awal periode yang diperhitungkan atas dasar tingkat bunga tertentu dari suatu uang yang baru akan diterima atau dibayarkan beberapa periode kemudian.

Misalkan berapakah jumlah sekarang yang dapat berkembang menjadi Rp 16.000.0000 pada akhir tahun ke 5 dengan bunga 11%

Anuitas (Annuity)
Anuitas adalah suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu, Macamnya :
Anuitas Biasa (anuitas tertunda) merupakan anuitas dari suatu pembayaran yang dilakukan pada akhir periode untuk setiap periode tertentu.
Anuitas Jatuh tempo  (due annuity)  apabila pembayaran dilakukan pada awal periode.

Anuitas Nilai Masa Datang
Sebagai nilai anuitas majaemuk masa datang (masa depan) dengan pembayaran atau penerimaan periodic (R) dan n sebagai jangka waktu anuitas.

Apabila aliran kas Rp 8000 per tahun selama tiga tahun dengan tingkat bunga 8% sebagaimana  niali anuitas berapa.

Tuan B menabung di BCA sebesar Rp 2000 dengan tingkat bunga 12% per tahun dan bunga di bayar 2 kali setahun.  Berapa jumlah tabungan pada akhir tahun pertama, dan berapa pada akhir tahun ke 2

Anuitas Nilai sekarang
Sebagai nilai i anuitas majemuk saat ini (sekarang) dengan pembayaran atau penerimaan periodic ( R ) dan n sebagai jangka waktu anuitas

Kita menerima pembayaran sebesar Rp. 8000 tiap tahun selama tiga tahun. Apabila nilai pembayaran tersebut dinilai sekarang dengan bunga 8% per tahun maka aliran kas per tahun adalah.

Nilai Perusahaan :
Merupakan proses penentuan harga surat berharga atau aktiva (asset) modal yang ada di suatu perusahaan.

Penilaian Obligasi :
Metode singkat  (Short cut formula)
Metode nilai sekarang (present value)

Penilaian Saham Preferen
Penilaian  Saham Biasa
Nilai saham dengan Perumbuhan Dividen Nol
Nilai saham dengan Perumbuhan Dividen Konstan
Nilai saham dengan Perumbuhan Dividen Tidak Konstan


Prinsip-prinsip Keuangan

Prinsip-prinsip keuangan terdiri atas himpunan pendapat-pendapat yang fundamental yang membentuk dasar untuk teori keuangan dan pembuatan keputusan keuangan.

  1. Prinsip Self Interest Behavior (Orang akan memilih tindakan yang memberikan keuntungan (secara keuangan) yang  terbaik bagi dirinya.)
  2. Prinsip Risk Aversion (Orang akan memperoleh alternative dengan rasio keuntungan dan resiko terkecil)
  3. Prinsip Diversification (Tindakan diversifikasi adalah menguntungkan karena dapat meningkatkan rasio antara keuntungan dan resiko.)
  4. Pinsip Two Sided Transaction (dalam membuat keputusan keuangan perlu memperhatikan sisi lawan transaksi kita (win-win) tidak sekedar zero-sum games
  5. Prinsip Incremental Benefit (Keputusan keuangan harus didasarkan pada selisih antara nilai dengan suatu alternative dan nilai tanpa alternative tersebut).
  6. Prinsip Signaling (setiap tindakan mengandung informasi)
  7. Prinsip Capital Market Efficiency (Efisisien secara informasi dan efisien secara operasi)
  8. Prinsip Risk-Return Trade off (high risk – high return)
  9. Prinsip Option (option menjadi dasar pengembangan sekuritas (derivative security) yang berguna untuk melakukan hedging (tindakan pengurangan risiko)
  10. Prinsip Time Value of Money (bahwa sejumlah uang saat ini tidak sama nilainya dengan sejunlah uang yang sama di masa mendatang

Thursday, 3 May 2012

PORTOFOLIO : PENDAHULUAN


Referensi :
Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Suad Husnan. Edisi Ketiga. UPPAMP YKPN. 2001
Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Jogyanto. Edisi2. BPFE Yogyakarta. 2000. Manajemen Investasi, Frank J Fabozzi. Salemba Empat

A.     Konsumsi, Investasi, dan Peranan Pasar Modal

·        Konsumsi pemakaian sumber daya yang ada untuk mendapatkan kepuasan atau utility.
·        Investasi penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu.
·        Tipe-tipe Investasi Keuangan
  1. Investasi langsung pembelian langsung aktiva keuangan suatu perusahaan macam-macamnya.
  2. Investasi langsung yang tidak dapat diperjualbelikan (tabungan, deposito)

·        Investasi langsung dapat diperjualbelikan
1.      Investasi langsung dipasar uang (T-bill, deposito yang dapat dinegoisasi)
2.      Investasi lansung di pasar modal
·        Surat-surat berharga pendapatan tetap (fixed-income securities), T-Bonn, federal agency securities, municipal bond, corporate bond, convertible bond)
·        Saham-saham (equty securities) saham preferen, saham biasa.
3        Investasi Langsung di pasar turunan
·        Opsi (waran, opsi put, opsi call)
·        Future kontrak

Investasi tidak langsung (pembelian saham dari perusahaan investasi yang mempunyai portofolio aktiva-aktiva keuangan dari perusahaan-peusahaan lain)

Perusahaan investasi adalah perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dengan cara menjual sahamnya ke public dan menggunakan dana yang diperoleh untuk diinvestasikan ke dalam portofolionya. Perusahaan investasi dapat diklasifikasikan sebagai : Unit investment trust, Closed-end investment, Open-end Investment.

B.     Pasar Modal
·        Perusahaan yang membutuhkan dana dapat menjual surat berharganya di pasar modal
·        Pasar penjualan surat berharga yang baru dikeluarkan oleh perusahaan .
·        Surat berharga yang dijual pasar primer bias IPO (initial public offering)/perdana atau seasoned new issue (tambahan)
·        Pasar sekunder tempat perdagangan surat berharga yang sudah beredar. Pasar sekunder dibedakan pasar bursa saham (stock exchange) perusahaan besar dan (over the counter)OTC market perusahaan kecil

·        Pasar ketiga pasar perdaganagn surat berharga pada saat pasar kedua tutup.  Pasar ketiga dijalankan oleh broker yang mempertemukan pembeli dan penjual pada saat pasar kedua tutup.

·        Pasar keempat merupakan pasar modal yang dilakukan diantara institusi berkapasitas besar untuk menghindari komisi untuk broker. Pasar keempat umumnya menggunakan jaringan komunikasi untuk memperdagangkan saham dalam jumlah blok yang besar.
·        Penawaran perdana ke public.  Saham baru dapat dijual dengan berbagai cara sebagai berikut: Dijual kepada pemegang saham yang sudah ada, karyawan (ESOP :employing stock ownership plan), dividen yang tidak dibagi (dividend reinvestment plan), pembeli tunggal (investor institusi) private placement, ditawarkan ke public.
·        Keuntungan ditawarkan ke public. Kemudahan meningkatkan modal dimasa mendatang, meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham, nilai pasar perusahaan diketahui.
·        Kerugian, biaya laporan yang meningkat, pengungkapan (dislousure), ketakutan diambil alih.
·        IPO. Isu yang muncul tipe saham yang dijual, berapa harga selembar saham, kapan waktunya.
·        Banker investment. Fungsinya pemberi saran (advisory), pembeli saham (underwriting function) , pemasar saham ke investor (marketing function). Underwriting proses pembelian sekuritas oleh banker investasi yang nantinya akan dijual ke public.
·        Prospektus. Dokumen yang  berisi  informasi tentang  perusahaan penerbit sekuritas dan informasi lainnnya yang berkaitan dengan sekuritas yang ditawarkan.
·        Best effort banker investasi hanya menerima komisi untuk menjualkan sekuritas kepada investor dengan usaha yang maksimal mungkin untuk mendapatkan harga penjualan sebaik mungkin.

C.     Pasar Bursa Saham
·        Pasar lelang  pasar modal yang melakukan transaksi secara terbuka dan harga ditentukan oleh penawaran dan (Permintaan dari Angagota dari anngota (BEJ, NYSE, TSE, AMEX)
·        Specialist anggota dari bursa yang mendapat tugas untuk mengamati, mencatat, dan menstabilkan harga serta volume transaksi dari suatu saham tertentu.
·        Transaksi di bursa dilakukan dengan order standar round lot 100 lembar NYSE, BEJ 500 lembar, kalau kurang disebut odd lot.
·        Broker adalah wakil investor yang melakukan transaksi.  Jenis broker full service broker, Investment research and advice, asset management, order execution, clearing discount broker (order excution and clearing)
·        Bentuk order. Market order, investor dapat menginstruksikan kepada brokernya untuk menjual atau membeli sekuritas segera pada harga pasar yang memadai.  Limit order investor menetapkan harga maksimim dan minimum, stop order. 
·        OTC pasar bursa saham dimana harga dari sekuritas ditentukan dengan cara negoisasi (tawar menawar) antara investor dan dealer.

D.    Pasar Modal Indonesia
Bursa efek di Indonesia BEJ(Bursa efek Jakarta). SSE (Surabaya Stock Exchange). Sejarah pasar modal: Periode pertama (1912 – 1942) periode jaman Belanda, periode kedua (1952 – 1960) periode orde lama, periode ketiga (1977 -1988) periode orde baru, Periode keempat (1988 -1995) Periode bangun dari tidur panjang. Periode kelima (1995), periode otomatisasi, periode keenam (mulai agustus 1997) krisis moneter.

E.     Saham
·        Saham preferen merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa.
·        Hak-hak saham preferen :
1.      Hak preferen tehadap dividen. Hak untuk menerima dividen terlebih dahulu dibandingkan dengan pemegang saham biasa.
2.      Hak dividen kumulatif .  Hak kepada pemegang saham preferen untuk menerima deviden tahun-tahunsebelumnya yang belum dibayarkan sebelum pemegang saham biasa menerima dividennya (dividen in arrears)
3.      Hak preferen pada waktu likuidasi.  Hak saham preferen untuk mendapatkan terlebih dahulu aktiva perusahaan dibandingkan dengan saham biasa pada saat terjadi likuidasi.    
·        Macam-macam saham preferen yaitu convertible preferred stock (saham preferen yang dapat dikonversikan ke dalam saham biasa), callable preferred stock (saham preferen yang dapat ditebus), adjustable rate preferred stock (saham preferen dengan tingkat dividen yang mengambang).
·        Saham biasa saham yang tidak mempunyai hak preferen. Hak saham biasa:
1.      Hak control saham biasa.  Hak pemegang saham biasa untuk memilih pimpinan perusahaan.
2.      Hak menerima pembagian keuntungan. Hak pemegang saham biasa untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan .
3.      Hak Preemptive. Hak untuk mendapatkan persentasi kepemilikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham 
·        Saham treasuri. Saham milik perusahaan yang sudah pernah dikeluarkan dan beredar yang kemudian dibeli kembali oleh perusahaan untuk disimpan sebagai tresuari yang nantinya dapat dijual kembali.
·        Alasan saham treasuri: Sebagai bonus, meningkatkan volume perdagangan untuk meningkatkan nilai pasarnya, menambah jumlah lembar saham yang tersedia, mengurangi jumlah lembar saham yang beredar, hostile takeover.

F.      Nilai Saham
·        Nilai buku perlembar saham aktiva bersih yang dimilki oleh pemegang saham dengan memiliki satu lemabr saham .
·        Nilai pasar. Harga dari saham di pasar bursapada saat tertentu yang ditentukanoleh pelaku pasar.
·        Nilai fundamental (intrinsic).  Nilai seharusnya dari saham.
·        Analisis fundamental.  Analisis untuk menghitung nilai intrinsic saham dengan menggunakan data keuangan perusahaan.  Untuk analisis fundamental, ada dua pendekatan untuk menghitung nilai instrinsik saham, yaitu dengan pendekatan nilai sekarang dan pendekatan PER.

G.    Return dan Resiko Aktiva Tunggal
·        Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.
·        Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang.
·        Pengukuran Return Realisasi: return total, relative return, kumulatif return, dan return disesuaikan, return geometric (aritmatika).
·        Capital gain merupakan selisih untung (rugi) dari harga investasi sekarang relative dengan harga periode yang lalu.
·        Yield merupakan presentase penerimaan kas periode terhadap harga investasi periodic tertentu dari suatu investasi.