Minggu, 31 Maret 2013

MKI : PEMBIAYAAN LUAR NEGERI



PEMBIAYAAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI 



CASH IN ADVANCE
Definisi :
Sistim pembayaran yang memberikan perlindungan bagi exporter karena pembayaran dilakukan sebelum barang dikirim atau sebelum barang diterima.
        Cek (barang dikirim setelah cek dikliring)
        Banker’s draft
        Mail payment order
        Cabel payment order
        International money order
         Resiko pembayaran
        Exportir ?
        Importir ?

LETTER OF CREDIT (L/C)
Dokumen yang diterbitkan oleh sebuah bank devisa(bertindak atas nama importer) yang
menjanjikan pembayaran kepada exporter jika mampu menunjukan dokumen
pengiriman barang seperti yang tertera dalam L/C.

         Proses pembayaran à melibatkan dua                                                                     bank ?
         Resiko Importir :
        Barang tidak sesuai dengan pesanan
        Terjadi masalah transportasi
         Keuntungan L/C bagi Exportir dan importir?

         Jenis- jenis L/C :
        documentary vs nondocumentary
        irrevocable vs revocable
        confirmed vs unconfirmed
        Revolving vs nonrevolving
        transferable vs assignment
         Bagi exporter à LC yang paling kecil tingkat resikonya ?

DRAFT
         Dokumen permintaan formal exporter agar pembeli melakukan pembayaran sejumlah uang tertentu atau pada tanggal tertentu.
         Pihak yang terlibat ?
         Karakteristik Draft :
        tertulis
        ditandatangani oleh pembuat (drawer)
        perintah untuk membayar
        menyatakan jumlah uang yang ditentukan
        permintaan dibayar pada periode tertentu di masa mendatang atau atas permintaan
        bisa dibayar atas permintaan pembawa draft
Jenis draft :
         berdasarkan cara pembayaran
        Sight draft
        Time draft
         berdasarkan dokumen pelengkap
        clean draft
        documentary draft

CONSIGNMENT
         Importir bertindak sebagai kepanjangan tangan dari exportir untuk memasarkan barang.

OPEN ACCOUNT
         Sistim perdagangan dimana barang dikirim terlebih dahulu baru kemudian dilakukan penagihan oleh exporter.
         penagihan pembayaran dilakukan jika barang sudah diterima atau dalam perjalanan berdasarkan waktu yang telah disepakati.
         Open account dilakukan apabila ?
         Resiko open account ?

COUNTERTRADE
Transaksi perdagangan dimana penjual barang/jasa kepada pembeli berjanji membeli barang/jasa sebagai gantinya.
         Perkembangan contertrade dipicu oleh ?
         Jenis countertrade :
        Barter
        Buy-back
        Countrerpurchase
Keuntungan
         dalam situasi tertentu countertrade adalah pilihan terakhir
         bisa memainkan harga
         menstabilkan penerimaan negara
         membantu memperoleh pasar (jangka pendek)
         membantu menjual produknya
         menghemat devisa
         menghindari hutang di masa depan

Kelemahan
         kurang efisien dibandingkan dengan kas atau kredit (kompleks, lama, sulit menentukan harga yang tepat)
         harga menjadi lebih mahal dan produk yang diterima belum tentu sesuai dengan keinginan
         bisa merusak pasar produk tertentu di suatu negara

Kamis, 28 Maret 2013

MKI ; BALANCE OF PAYMENT


                                                           BALANCE OF PAYMENT
NERACA PEMBAYARAN INTERNATIONAL

Balance of Payment (BoP)  ?
“Potret keuangan atau kinerja keuangan yang menggambarkan transakasi ekonomi
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain pada suatu periode tertentu”

Sistim Pencatatan                   double entry  
                                               bookkeeping

Komponen BoP
         Trade Balance
         Current Account Balance (CA)
         Capital Account Balance (CPA)
         Neraca Cadangan

Current Account Balance
3 komponen CA:
        Balance of trade
        Service of balance
        Unilateral transfers balance

Faktor – faktor yang besar mempengaruhi CA
         Laju inflasi
         Pendapatan nasional
         Nilai tukar
         Restriksi pemerintah

Capital Account Balance
Capital Account Balance à kemampuan                                                                  menarik investor
klasifikasi :
        Investasi portofolio (> 1 thn)
        Investasi jangka pendek (< 1 thn)
        Investasi asing langsung
        Pinjaman LN

Faktor-faktor yang mempengaruhi CPA
        Pajak penghasilan khusus
        Liberalisasi arus modal
        Antisipasi pergerakan kurs valas oleh investor surat berharga


  

Neraca Pembayar


 


Surplus / Defisit

Penyesuaian

Sistim Nilai Tukar


         Sistim Nilai Tukar Tetap ?
            langsung intervensi pada Valas oleh pemerintah

         Sistim Nilai Tukar Mengambang ?
            intervensi pada Valas melalui suku bunga (tdk langsung)

Penanganan Defisit Current Account
         Depresiasi mata uang
         Proteksionisme à Tariff & Kuota



Rabu, 13 Maret 2013

MK 2 : Silabi



SILABUS MATA KULIAH

1. Nama Mata Kuliah          :        MANAJEMEN KEUANGAN 2
2. Kode                                :       
3. Bobot sks                     :        3 SKS
4. Semester                     :        4
5.  Dosen                                :   Sugeng Santoso
6. Tujuan Umum Mata Kuliah
Setelah mengikuti perkuliahan ini, diharapkan :
Mahasiswa memiliki pemahaman tentang konsep dan teori keuangan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan keuangan, sehingga diharapkan mampu menerapkannya baik dalam mengelola keuangan pribadi maupun perusahaan.
Mahasiswa mampu menggunakan berbagai tehnik analisis dalam memahami kondisi keuangan perusahaan serta membuat perencanaan keuangan.
Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang pendanaan/permodalan sehingga mampu merencanakan struktur modal perusahaan
7. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam mata kuliah ini adalah pendekatan aktivitas dengan menggunakan beberapa metoda, diantaranya : ceramah bervariasi dengan diskusi, pemberian tugas dan latihan soal.
8. Deskripsi Materi Kuliah
Mata kuliah ini menjelaskan tentang Sumber dana dan jenis modal, pendanaan jangka pendek, pendanaan jangka panjang, biaya modal, teori struktur modal, kebijaksanaan dividen, restrukturisasi dan kebangkrutan, merger dan akuisisi, serta instrument keuangan derivative.
9. Media Pembelajaran
Media pembelajaran yang digunakan adalah fasilitas yang tersedia di ruang kelas, dan jika memungkinkan juga menggunakan OHP dan LCD Proyektor
10. Evaluasi dan penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
Evaluasi  meliputi :
1. UTS dan UAS dengan bentuk essay
2. Tugas
Penilaian:
   1. Kehadiran dan partisipasi     10% (Kehadiran minimal 75%)
   2. Tugas Struktur                     10%
   3. Tugas Mandiri                      10%
   4. UTS                                    30%
   5. UAS                                    40%
11. Garis Besar Materi Setiap Pertemuan
GARIS BESAR MATERI KULIAH
1. Sumber dana dan Jenis Modal
2  Pendanaan Jangka Menengah
3. Sumber dana Jangka Panjang : saham dan modal ventura
4. Sumber dana Jangka Panjang : utang dan saham preferen
5. Sumber Pendanaan
6   Biaya modal
7. Teori struktur modal
8. Keputusan struktur modal
9. Kebijaksanaan dividen
10. Restrukturisasi dan kebangkrutan
11. Merger dan Akuisisi
12. Instrumen keuangan derivative
11. Daftar Pustaka Utama
Bambang Riyanto, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Yayasan Badan Penerbit Gadjah Mada, Yogyakarta, 1989.
Arthur J. Keown. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jilid 2.Salemba Empat. Jakarta. 2000
Artikel-artikel manajemen keuangan dari berbagai media dan internet

Kamis, 18 Oktober 2012

Manajemen Keuangan: Persediaan

Manajemen Persediaan

Pengertian Persediaan
Persediaan adalah aktiva :
·  Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal
·  Dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan
·  Dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. (SAK)

Macam-macam persediaan :
Persediaan barang dagangan, bahan baku, bahan penolong, barang dalam proses, barang jadi

Kebijakan Persediaan :
·  Dapat menjamin kelancaran proses produksi
·  Dapat dijangkau oleh dana yang tersedia
·  Dapat mencapai jumlah pembelian optimal

Pada perusahaan manufaktur, factor-faktor yang menentukan besarnya persediaan (khususnya bahan baku) adalah :
Lead time, yaitu lamanya masa tunggu bahan yang dipesan datang
Frekuensi penggunanan bahan selama satu periode
Jumlah dana yang tersedia
Daya tahan bahan

ECONOMICAL ORDER QUANTITY (Kuantitas Pesanan Yang Ekonomis)
Jumlah bahan yang dapat dibeli dengan biaya persediaan yang minimal atau sering disebut jumlah pesanan bahan yang optimal.
Dalam pengelolaan persediaan bahan baku ada dua jenis biaya yang dipertimbangkan :
Biaya pesan (ordering cost) yaitu biaya yang dikeluarkan dalam proses pemesanan suatu barang.  Biaya pesan ini meliputi :
  1. Biaya selama proses pesanan
  2. Biaya pengiriman permintaan
  3. Biaya penerimaan bahan
  4. Biaya penempatan bahan kedalam gudang
  5. Biaya proses pembayaran

Biaya Pesan = ( R / Q ) X O   atau  R / Q X S

R = Jumlah kebutuhn barang yang selama setahun
Q = Jumlah kuantitas pesanan yang paling ekonomis (EOQ)
O = Biaya pesanan setiap kali pesan  ( S )

Biaya simpan (Carrying cost) yaitu biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam rangka proses penyimpanan suatu barang yang dibeli.  Biaya simpan ini meliputi :
  1. Biaya sewa gudang
  2. Biaya pemeliharaan bahan gudang
  3. Biaya modal (bunga) yang diperlukan untuk investasi barang yang disimpan
  4. Biaya asuransi
  5. Biaya keusangan barang


Biaya simpan  = (Q/2) X C

C = biaya simpan bahan (barang) per unit

Biaya Pesan = Biaya Simpan

Q =√2RO/PI


REORDER POINT (titik pemesanan kembali)
Adalah saat

Senin, 01 Oktober 2012

PORTOFOLIO : CAPM



CAPM

Kemampuan untuk mengistimasi return suatu individual sekuritas merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan oleh investor.  Untuk dapat mengestimasi return suatu sekuritas dengan baik dan mudah diperlukan suatu model estimasi. Oleh karena itu karena itu kehadiran Capiatl Asset Priving Model (CAPM) yang dapat digunakan untuk mengestimasi return suatu sekuritas dianggap sangat penting dibidang keuangan.

CAPM dikembangkan oleh sharpe (1964), Linther (1965), Mosain (1969) dapat nobel dalam bidang ekonomi

Asumsi-asumsi
  1. Memaksimumkan utility harapan dalam satu periode waktu yang sama
  2. Keputusan investasi berdasarkan pertimbangan antara nilai return ekspektasi dan deviasi standar return.
  3. Semua investor mempunyai harapan yang seragam
  4. Lending and borrowing dengan jumlah tidak terbatas pada tingkat suku bunga bebas resiko.
  5. Short sale diijinkan (investor individual)
  6. Semua aktiva dapat dipecah-pecah.
  7. Semua aktiva dapat dipasarkan secara likuid
  8. Tidak ada biaya transaksi
  9. Tidak terjadi inflasi
  10. Tidak ada pajak pendapatan pribadi.
  11. Investor adalah penerima harga
  12. Pasar modal dalam kondisiekuilibrium    

Persamaan CAPM
E(Ri) = Rf + (E(Rm)- Rf) βi

Notasi :
E(Ri)    = tingkat keuntungan yang diharapkan untuk sekuritas i
Rf            = tingkat bunga bebas resiko
E(Rm)  = tingkat keuntungan yang diharapkan dari portofolio pasar
Βi         = resiko

Soal :
Misalkan Rf = 14%, E(Rm)= 22%, dan βi = 1,25
  1. Hitunglah tingkat keuntungan yang diharapkan untuk sekuritas i
  2. Apa yang terjadi terhadap E(Ri) apabila E(Rm) meningkat menjadi 24% sedangkan faktor-faktor lain tidak berubah.
  3. Apa yang terjadi terhadap E(Ri) apabila  βi menurun menjadi 0,75 dan factor-faktor lain tidak berubah

PORTOFOLIO : PENILAIAN KINERJA



Penilaian Kinerja Portofolio

Dua cara yang bisa dilakukan dalam penilaian kinerja portofolio adalah :
  1. Melakukan perbandingan langsung
  2. Menggunakan ukuran kinerja tertentu.

Perbandingan Langsung
Salah satu cara membandingkan kinerja suatu portofolio (biasanya diwakili oleh mutual funds) adalah dengan membandingkannya dengan portofolio lain yang mempunyai resiko kurang lebih sama.

Suatu portofolio yang memberikan tingkat keuntungan lebih tinggi belum tentu lebih baik kalau ternyata juga mempunyai resiko yang lebih tinggi.

Penelitian yang dilakukan ole Friend, Blume, dan Crockett dan dikutip oleh Elton dan Gruber (1991,h.645), menunjukkan hasil sebagai berikut


Resiko
Jumlah dalam sample
Rata-Rata  Varince
Rata-Rata  Keuntungan
Mutual Fund
Portofolio Acak
Mutual Fund
Portofolio Acak
Mutual Fund
Portofolio Acak
Rendah
Sedang
Tinggi
43
25
18
62
51
50
0,00120
0,00182
0,00280
0,00118
0.00184
0,00279
0,102
0,118
0,138
0,128
0,142
0,162

Tabel tersebut menunjukkan bahwa ukuran resiko yang dipergunakan adalah variance (yaitu bentuk kuadarat dari deviasi standart) tingkat keuntungan portofolio. 

Mutual funds, yaitu portofolio yang dikelola oleh managed investment companies (artinya para professional), dibandingkan dengan portofolio yang dipilih secara acak.

Perbandingan dilakukan atas dasar rata-rata variance yang kurang lebih sama, dan dikelompokkan sebagai resiko rendah, sedang, dan tinggi.

Perhatikan bahwa rata-rata variance dalam kelompok risiko yang sama, antara manual funds dan portofolio yang dipilih  secara acak dan dihitung dengan bobot yang sama, kurang lebih juga sama.

Tetapi kalau dari kolom Rata-rata keuntungan, ternyata rata-rata tingkat keuntungan dari mutual fund selalu lebih rendah apabila dibandingkan dengan tingkat keuntungan portofolio-portofolio yang dipilih secara acak.  Hasil ini mengundang pertanyaan tentang kemampuan para manajer mutual fund dalam mengelola dana yang dipercayakan kepada mereka.

Cara yang sama dilakukan untuk beta sebagai ukuran risiko oleh peneliti-peniliti yang sama, dan juga.  Hasilnya sbb:



Risiko
Jumlah Dalam Sampel
Rata-Rata Varince
Rata-Rata
Keuntungan
Mutual Fund
Portofolio Acak
Mutual Fund
Portofolio Acak
Mutual Fund
Portofolio Acak
Rendah (0,5-0,7)
Sedang (0,7- 0,9)
Tingggi (0,9-1,1)
28
53
22
17
59
60
0,614
0,786
0,992
0,642
0,800
0,992
0.091
0,106
0,135
0,128
0,131
0,137

Tabel tersebut juga menunjukkan bahwa pemilihan portofolio secra acak, dengan bobot yang sama ternyata juga menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi pada kelompok beta yang kurang lebih sama.

Menggunakan Ukuran Kinerja tertentu
Ada empat parameter yang bisa dipergunakan sebagai ukuran kinerja portofolio.  Parameter-parameter tersebut dikaitkan dengan, baik resiko total maupun resiko sistematis. Paramater-parameter tersebut adalah :
  1. Excess return to variability measure
  2. Differential return dengan risiko sebagai deviasi standar
  3. Excess return to beta
  4. Differential return dengan risiko diukur sebagai beta 

Excess return to variability measure.  Sewaktu menggambarkan kombinasi dari berbagai portofolio yang efisisen tetapi berisiko, akan memperoleh kurva melengkung.  Kalau kita hitung rasio excess return terhadap deviasi standart maka rasio yang kita hitung tersebut tidak lain adalah kemiringan garis yang menghubungkan portofolio yang beresiko denagn RF. Kemiringan ini bisa dinyatakan sebagai [E(RP) – RF]/σP  dan ukuran ini disebut Sharpe Measure (ukuran sharpe).

Karena semakin besar kemiringan garis tersebut berarti semakin menarik portofolio yang membentuk garis lurus tersebut, maka semakin besar ratio excess return terhadap deviasi standar, makin menarik portofolio tersebut.

Misalkan kita mempunyai dua portofolio A dan B yang mempunyai karakteristik sebagai berikut.  RA = 0,23; dan RB = 0,24; Rf= 0,14; σA=0,12, sedangkan,   σB= 0,15.  Dengan demikian maka :
Sharpe Meassure A = (0,23 – 0,14)/0,12  = 0,750

Sharpe Meassure B = (0,25 – 014)/0,15 = 0,733

Excess return to beta ratio.  Perhitungan untuk menentukan portofolio optimal akan sangat dimudahkan jika hanya didasarkan pada sebuah angka yang dapat menentukan apakah suatu sekuritas dimasukkan ke dalam portofolio optimal.  Angka tersebut adalah rasio antara ekses return  dengan beta (excess return to beta ratio).  Rasio ini adalah :


            ERBi = E(Ri) – RBR
                                 βi          
                     
Notasi :

ERBi   = Excess return to beta sekuritas ke –i
E(Ri)  = Return ekspektasi berdasarkan model indeks tunggal untuk sekuritas ke –i
RBR      = Return Aktiva bebas resiko
βi           = Beta sekuritas ke-i

Excess return didefinisikan sebagai selisih retun ekspektasi denganaktiva bebas resiko.  Excess return to beta berarti mengukur kelebihan return relative terhadap satu unit risiko yang tidak dapat didiversifikasikan yang diukur dengan beta.  Rasio ERB ini juga menunjukkan hubungan antara dua factor penentu investasi, yaitu return dan resiko

Portofolio yang optimal akan berisi dengan aktiva-aktiva yang mempunyai nilai rasio ERB yang tertinggi.  Aktiva-aktiva dengan rasio ERB yang rendah akan dimasukkan ke dalam portofolio optimal.  Dengan demikian diperlukan  sebuah titik pembatas (cut-off) yang menentukan batas nilai ERB barapa yang dikatakan tinggi.  Besarnya titik pembatas ini dapat ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut ini:

Urutkan sekuritas-skuritas berdasarkan nilai ERB terbesar ke nilai ERB terkecil. Sekuritas-sekuritas dengan nilai ERB terbesar merupakan kandidat untuk dimasukkan ke portofolio optimal.

Hitungnilai Ai dan Bi untuk masing-masing sekuritas ke-i sebagai berikut :

Ai = [ E(Ri) – RBR] βi        dan
                σei2

Bi = βi2
        σei2
   
Notasi :
σei2  = varian dari kesalahan residu sekuirtas ke-i yang juga merupakan risiko unik atau risiko tidak sitimatik

Hitung nilai Ci :

                  i
        σM2   Σ   Aj
                J=1
Ci = ----------------------
                         i
         1 +  σM2  Σ    βi
                       J=1

Notasi :
        σM2  = varian dari return indeks pasar.

Ci adalah nilai c untuk sekuritas ke-I yang dihitung dari kumulasi nilai-nilai A1 sampai dengan Ai dan nilai-nilai B1 sampai dengan Bi.  Misalnya C3 menunjukkan nilai C untuk sekuritas ke-3 yang dihitung dari kumulasi A1. A2, A3 dan B1, B2, B3.

Besarnya cut-off point (C*) adalah nilai Ci dimana nilai ERB terakhir kali masih lebih besar dari nilai Ci

Sekuritas-sekuritas yang membentuk portofolio optimal adalah sekuritas-sekuritas yang mempunyai nilai ERB lebih besar atau sama dengan nilai ERB di titik C*.  Sekuritas-sekuirtas yang mempunyai ERB lebih kecil dengan ERB titik C* tidak diikutsertakan dalam pembentukan portofolio optimal.

Contoh :
Misalnya suatu pasar modal mempunyai 15 buah saham yang tercatat.  Data return ekspektasi (Ri), Beta (βi) dan resiko tidak sistimatik (σei2) untuk masing-amsing sekuirtas dapat dilihat di bawah.  Misalnya lagi diketahui bahwa return aktiva bebas reiko (RBR) adalah sebesar 10% dan varian indeks pasar (σM2) adalah 10%
 Data untuk menghitung portofolio optimal model indeks tunggal
Nama Saham
E(Ri)
βi
σei2
ERBi
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
20
19
17
15
17
27
12
11
12
14
15
23
22
15
25
2,00
1,50
1,50
1,20
1,40
2,00
1,00
0,80
0,75
1,20
1,25
1,50
1,20
1,50
1,80
5,0
4,0
3,0
1,5
2,5
7,5
5,5
3,0
3,5
4,0
4,5
5,0
3,5
2,5
2,0
5,00
6,00
4,67
4,17
5,00
8,50
2,00
1,25
2,67
3,33
4,00
8,67
10,00
3,33
8,33
 
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung nilai ERB untuk masing-masing sekuirtas ke-i .  Hasil perhitungan ERB, ini tampak di kolom terakhir.  Langkah selanjutnya adalah mengurutkan tabel dari ERB , tertinggi ke terkecil. Kemudian nilai Ai, Bi, dan Ci untuk masing-masing sekuritas dapat dihitung yang hasilnya disajikan di tabel berikut ini.

Nama
Saham
E(Ri)
βi
σei2
ERBi
Ai
Bi
Σ Ai
Σ Bi
Ci
M
L
F
O
B
A
E
C
D
K
J
N
I
G
H
22
23
27
25
19
20
17
17
15
15
14
15
12
12
11
1,20
1,50
2,00
1,80
1,50
2,00
1,40
1,50
1,20
1,25
1,20
1,50
0,75
1,00
0,80
3,5
5,0
7,5
2,0
4,0
5,0
2,5
3,0
1,5
4,5
4,0
2,5
3,5
5,5
3,0
10,00
8,67
8,50
8,33
6,00
5,00
5,00
4,67
4,17
4,00
3,33
3,33
2,67
2,00
1,25
4,114
3,900
4,533
13,500
3,375
4,000
3,920
3,500
4,000
1,389
1,200
3,000
0,429
0,364
0,267
0,411
0,450
0,533
1,620
0,563
0,800
0,784
0,750
0,960
0,347
0,369
0,900
0,161
0,182
0,213
4,114
8,014
12,548
26,048
29,423
33,423
37,343
40,843
44,843
46,232
47,432
50,432
50,860
51,224
51,490
0,411
0,861
1,395
3,015
3,577
4,377
5,161
5,911
6,871
7,218
7,578
8,478
8,639
8,821
9,034
8,045
8,336
8,394
8,363
8,001
7,465
7,098
6,794
6,432
6,317
6,177
5,879
5,820
5,742
5,637

Di kolom Ci, nilai C* adalah sebesar 8,394, yaitu untuk sekuritas “F” dengan nilai ERB sebesar 8,50 yang merupakan nilai ERB terakhir kali masih lebih beasr dari nilai Ci, Nilai ERB selanjutnya yaitu 8,33 untuk sekuritas “O” sudah lebih kecil dari nilai Ci yaitu sebesar 8,363. Oleh karena itu, sekuritas “O” sudah tidak dimasukkan sebagai bagian dari portofolio optimal.  Sekuritas-sekuritas yang membentuk portofolio adalah sekuritas-sekuritas yang mempunyai ERB lebih besar dari Ci, yaitu sekuritas-sekuirtas “F”, “M”. dan “L”. 
            Setelah sekuritas-sekuritas yang membentuk portofolio optimal telah dapat ditentukan pertanyaan berikutnya adalah berapa besar proporsi masing-masing sekuritas tersebut di dalam portofolio optimal.  Besarnya proporsi untuk sekuritas ke-i adalah sebesar :
                  Xi
     W = ---------
                 k
                 Σ Xj
                 j = 1

dengan nilai X, adalah sebesar :

            βi
Xi  =  -------- (ERBi – C*)
            σei2

Wi = propori sekuritas ke-1
k = jumlah sekuritas diportofolio optimal
βi = Beta sekuritas ke-i
σei2   = varian dari kesalahan residu sekuritas ke i
ERBi = exces retur to Betasekuritas jei
C*    = nilai cut-off oint yang merupakan nilai terbesar

Contoh :
Dari contoh sebelumnya, terdapat tiga buah sekuritas yang membentuk portofolio optimal yang tampak sbb :
i
Nama
Saham
E(Ri)
βi
σei2
ERBi
Ci
Xi
Wi
1
2
3
M
L
F
22
23
27
1,20
1,50
2,00
3,5
5,0
7,5
10,00
8,67
8,50
8,045
8,336
8,394*
0,551
0,083
0,029
0,8323
0,1254
0,0423


Nilai Xi dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut :

X1 = (1,20/3,5) (10,00 – 8,394) = 0,551
X2 = (1,50/5,0) (  8,67 – 8,394) = 0,083
X3 = (2,00/7,5) (  8,50 – 8,394) = 0,028

Besarnya nilai jumlah X adalah sebesar X1 + X2 + X3 atau 0,551 + 0,083 + 0,028 = 0,662. Nilai Wi yang merupakan proporsi sekuritas ke –i dapat dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut :
W1 = 0,551/0,662 = 0,8323 = 83,23%
W2 = 0,083/0,662 = 0,1254 = 12,54%
W3 = 0,028/0,662 = 0,0423 =   4,23%